4 Tangga Menuju Kesuksesan dan Keberkahan

 

4 tangga menuju kesuksesan dan keberkahan yang wajib untuk para pebisnis. InshaaAllah akan membawa ke dalam keberlimpahan.

4 tangga dalam bisnis ini merupakan rangkaian pengalaman saya dan Alhamdulillah bisa menjadikan bisnis kita berkembang pesat. Secara garis besar, inilah 4 tangga bisnis tersebut :

  1. Kuasai ilmu pemasaran
    Dulu, saya selalu berpikiran bahwa orang-orang yang jago ilmu pemasaran maka dia akan menguasai pasar dalam suatu industri dalam dunia bisnis. Ya memang pada dasarnya, pemasaran adalah ujung tombak dalam sebuah bisnis. Sebagus apapun sistem manajemen Anda, tapi kalau pemasaran Anda bobrok, bisnis Anda tak akan pernah berkembang. Dalam setiap seminar, saya selalu menanyakan ke orang “Lebih penting mana antara jago pemasaran atau jago produksi (bikin produk)?” Dan saya selalu menekankan bahwa lebih jago pemasaran daripada jago bikin produk. Logikanya, ketika kita jago pemasaran, maka kita akan bisa berbisnis meski kita tak punya produk. Bagaimana caranya? Dengan cara memasarkan produk orang lain. Nah kalau posisinya kita jago produksi, apa mungkin bisnis kita bisa berjalan? Kalau kita tidak bisa memasarkan, yang ada bisnis kita tak akan pernah laku.
    Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk menguasai teknik pemasaran. Baik itu secara online maupun offline. Sempat saya berpikir bahwa jago pemasaran itu sudah cukup untuk bisa membuat kita kaya berlimpah.
  2. Kuasai ilmu manajemen
    Nah, kalau sudah jago pemasaran, apakah sudah cukup untuk membangun sebuah perusahaan? Jawabnya belum cukup. Mengapa? Karena sekarang banyak sekali orang jago pemasaran, tapi dalam manajemen bisnisnya amburadul, sama aja mereka tidak berkembang. Pernah punya beberapa murid, murid-murid yang saja ajarkan pemasaran melalui internet, mereka sekarang jago-jago pemasarannya. Dan ternyata setelah melihat ke dalam perusahaannya, masih saja berantakan bisnisnya. Mulai dari berantakan keuangannya, berantakan timnya, berantakan manajemennya, dan masih banyak lagi. Ini yang membuktikan bahwa ilmu pemasaran saja tidak cukup untuk MEMBANGUN sebuah perusahaan. Diperlukan ilmu manajemen untuk membangun sebuah perusahaan, baik manajemen keuangan, manajemen operasional, dan manajemen sumber daya.
  3. Habluminannas
    Selanjutnya, setelah paham ilmu pemasaran dan ilmu manajemen lainnya, apakah sudah cukup untuk membangun perusahaan? Jika tujuan kita hanya untuk membangun saja, tentunya 4 pilar bisnis tersebut sudah cukup untuk membangun, tapi bukan mengembangkan. Banyak orang melupakan sesuatu yang terpenting untuk mengembangkan sebuah bisnis, yaitu SILATUROHIM dan SINERGI.
    ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
    (HR. Bukhari)

    Nabi Muhammad SAW saja meminta kita untuk menyambung silaturohim agar rejeki kita diperluas, eh malah kita sering sekali memutus tali silaturohim. Bahkan banyak sekali orang-orang yang BERSAING untuk saling MENJATUHKAN dalam setiap bisnis. Misal, saya punya bisnis PEST CONTROL, kemudian ada orang yang juga bisnis PEST CONTROL, merasa tersaingi dan akhirnya melakukan tindakan memalukan untuk menjatuhkan bisnis saya. Yang ada, bisnis saya makin melesat, bisnis dia akan terpuruk. Atau mungkin sebaliknya, bisnis saya terpuruk tapi diselimuti keberkahan, bisnis dia melesat tapi sengsara di akhirat. 😀
    Jika kita sudah berbisnis, utamakan silaturohim meski bisnis kita di bidang yang sama. Karena ini akan membuat kita hidup lebih mulia.

  4. Habluminnallah
    Banyak orang lupa bahwa ada campur tangan Allah SWT dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, baik itu dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam bisnis. Ada banyak sekali penyakit-penyakit hati dalam diri manusia yang dapat membuat bisnis yang dia bangun tidak akan berkembang sama sekali. Misalnya saja iri dengki, persaingan, dan penyakit hati lainnya.
    Iri dengki ini penyakit yang sangat membahayakan. Ketika pesaing kita memiliki perkembangan bisnis yang cukup pesat, maka kita merasa iri atas prestasi pesaing kita. Lantas kita melakukan berbagai cara untuk membuat bisnis pesaing kita bangkrut. Perlu diingat, sebesar apapun iri kita, segedhe apapun rasa dengki kita, ga akan pernah merubah takdir rejeki orang lain. Makanya, jangan iri dengki melihat orang lain berkembang. Doakan saja agar perusahaannya terus berkembang karena InshaaAllah doa tersebut juga akan balik ke diri kita sendiri.
    Merasa tersaingi, inilah penyakit berbahaya yang perlu dihilangkan. Kita merasa paling hebat, dan ketika ada orang lain lebih hebat maka kita merasa tersaingi dan timbul pikiran-pikiran negatif untuk mencoba berkompetisi secara negatif. Persaingan akan menimbulkan permusuhan, lebih baik BERSANDING daripada BERSAING. Dan lebih parah lagi, kalau kita mencoba menjatuhkan lawan, maka kita sudah tidak percaya bahwa REJEKI SUDAH DIATUR oleh Allah SWT. Sekuat apapun kita mencoba menjatuhkan lawan kita, kalau memang bukan rejeki kita juga kita tidak akan berkembang 😀

Maka dari itu, jika kita ingin sukses, kuasai pemasaran, belajar manajemen perusahaan, sambung silaturohim dan dekatkan diri kepada Allah SWT. Hidup ini cuma SEMENTARA, ga akan pernah ada puasnya jika dalam diri kita banyak penyakit hati. Yang ada hidup tidak bahagia, malah akan terus merasa terlena dengan dunia yang hanya sementara.

 

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt
harta yang melalaikan