Harta Yang Melalaikan

4 tahun yang lalu, sebelum saya memiliki bisnis seperti sekarang, terbilang hidupnya sangat kekurangan. 2012 adalah tahun saya lulus kuliah S1 di Universitas Bakrie dan pada tahun itu juga saya memutuskan untuk tidak akan bekerja, melainkan ingin menjadi pengusaha.

Setelah lulus kuliah saya coba mulai berbagai macam usaha, mulai dari jualan rica-rica, jual pulsa, jual batik, jual tahu goreng, sampai jual pop ice gerobak pun saya jalani untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Bukannya hidup sukses dan membaik, malah saat itu keadaan saya makin parah Banyak hutang, bisnis tidak jalan, dan rasanya seperti ingin menyerah. Pada saat itu, saya sangat ingat sekali bahwa untuk mencari uang Rp. 400.000 sebulan saja susahnya luar biasa. Jangankan untuk bisa membahagiakan orang tua, untuk hidup sehari-hari saja masih kekurangan.

Dalam kondisi kekurangan itulah iman ini semakin kuat, dan hal ini sangat biasa dialami orang-orang yaitu iman bertambah ketika ditimpa musibah. Akhirnya saya berusaha mendekati-Nya agar diberikan keberlimpahan harta. Setiap solat saya selalu tepat waktu dan berjamaah ke masjid, ditambah tahajud, dan tidak lupa solat dhuha plus puasa senin kamis. Ya, semuanya saya lakukan untuk meminta keberlimpahan harta.

Dulu ketika naik motor kemana-mana dan saat dijalan kemudian mendengarkan Adzan, motor langsung saya belokkan ke mesjid kemudian solat jamaah di masjid. Setiap mendengar Adzan, pasti motor akan saya belokkan ke mesjid.

Pernah suatu waktu saya naik motor dan kehujanan, akhirnya saya berteduh dipinggiran ruko. Saat berteduh, lewat mobil dengan kecepatan tinggi yang akhirnya menyebabkan genangan air didepan saya langsung terciprat mengenai saya. Rasanya marah, kesal, gondok, dan ingin memaki-maki sang pengemudi mobil. Tapi berkat belajar dari Ustaadz Yusuf Mansyur mengenai kekuatan sholawat, akhirnya mobil yang lewat pun saya sholawatin dan berharap suatu saat bisa beli mobil sendiri. Sempurna sekali, saat teraniaya (kecipratan air dari mobil), kemudian pas hujan, plus ditambah sholawat, ini yang membuat doa tembus langit. Saya yakin, pada saat itu penghuni langitpun terharu melihat kondisi saya. 😀

Dan benar, semua usaha saya membuahkan hasil. Semenjak saya mengenal internet dan mengoptimasi bisnis-bisnis serta membangun bisnis sendiri dari internet, kehidupan saya berubah 180 derajat. Yang dahulu saya susah mencari uang Rp. 400.000 dalam 1 bulan, sekarang Alhamdulillaah Allah SWT titipkan Rp. 400.000.000 perbulan lebih. Hanya dalam hitungan 2-3 tahun, kehidupan saya benar-benar berubah. Mobil yang dulu saya sholawatin, Alhamdulillaah dititipin Allah SWT juga, dan luar biasanya saya membeli mobil itu CASH tanpa UANG. Saya beli menggunakan ILMU.

Sayapun mencoba mengajarkan ilmu yang pernah saya pelajari ini ke semua orang. Membagikannya ke orang-orang yang ingin berubah hidupnya. Makin banyak saya mengajar, makin banyak pujian yang saya terima. Luar biasa sekali, saat itu saya merasa bahwa saya adalah orang paling HEBAT dalam membangun sebuah bisnis.

Tapi. . . . . . .

Ternyata semua yang sudah saya dapatkan, melalaikan saya dari Allah SWT. Benar-benar membuat saya lalai dan lupa kepada-Nya.

Ketika kemana-kemana sudah naik mobil, dan mendengarkan panggilan-Nya untuk solat, saya selalu menunda. Tidak pernah membelokkan mobil saya ke mesjid. Bahkan, sering saya meninggalkan solat karena terjebak macet di jalan. Begitu mudah meninggalkan solat dan tanpa rasa berdosa sama sekali.

Ketika bisa membeli makanan apa aja untuk dimakan, saya sudah lupa rasa dari puasa senin kamis. Padahal, dahulu sering sekali puasa senin kamis, disatu sisi ingin mendapatkan pahala, disisi lain karena memang ingin ngirit.

Ketika memiliki banyak bisnis dan karyawan, saya sudah mengesampingkan solat tahajud dan solat dhuha. Selalu merasa sibuk karena banyak pekerjaan. Mesti memikirkan pengembangan bisnis, memikirkan karyawan, memikirkan partnership, memikirkan ini, memikirkan itu, seakan-akan 1 hari 24 jam itu sangat kurang.

Ketika bibir ini sering mengisi seminar dan traning untuk mengajari orang berbisnis, ternyata bibir ini sudah lupa seperti apa rasa tadarus Al-Quran. Al-Quran yang dulu sering dibaca ketika masih dalam kondisi susah, ternyata saat kondisi sudah berubah Al-Quran tersebut tampak usang dan berdebu di atas lemari.

Ketika sudah sedikit pandai mengelola bisnis, ternyata otak ini sudah lupa dengan ayat-ayat Al-Quran yang dulu sempat di hafal dan bercita-cita menjadi Hafidz.

Naudzubillaah. . . . .

Harta yang selama ini saya kejar-kejar, ternyata melalaikan saya dari Allah SWT. Pedih rasanya jika mengingat masa-masa itu. Untungnya Allah SWT belum murka kepada saya. Dan saya disadarkan oleh sebuah cerita mengenai kehidupan Aa Gym dari sahabat saya yang pernah santri di Daarut Tauhid.

Aa Gym, seperti yang kita ketahui, kayanya luar biasa. Beliau sampai bisa membangun sebuah komplek menjadi Islami. Ketika Anda pergi ke Bandung dan masuk ke daerah Geger Kalong, Anda akan menemukan sebuah daerah yang hampir mirip seperti di Madinah. Suasananya adem dan menenangkan pikiran.

Sekaya-kayanya Aa Gym, ternyata beliau hidup dalam kesederhanaan. Dan ternyata beliau membangun rumah yang biasa saja. Jika rumahnya terlalu bagus dan nyaman, beliau takut rumah tersebut “melalaikan” untuk pergi ke mesjid.

Diberikan kekayaan yang banyak dan ternyata beliau takut kekayaannya itu bisa melalaikan ke Allah SWT.

Semoga kita bisa selalu hidup dalam kesederhanaan tanpa mendewakan dunia. Dan semoga setiap harta yang kita dapatkan selalu mendapatkan keberkahan dan mampu bermanfaat untuk kepentingan umat.

Nah, ceritanya sampai segitu dulu, kapan-kapan disambung lagi ya, hehe

“Jangan habiskan hidup ini untuk mengejar dunia hingga melalaikan akhirat. Tapi kejarlah akhirat agar dunia bertekuk lutut dihadapanmu.” @DidikSubi

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt
umar bin khatab